Wujudkan Kemajuan Pembangunan Kaltim Melalui Kolaborasi Daerah
Sri Wahyuni
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA- Rangkaian kegiatan
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) menjadi salah satu tahapan
penting dalam proses penyusunan dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Beberapa hal yang perlu disepakati dalam forum Musrenbang antara lain adalah
berkaitan dengan rumusan permasalahan pembangunan daerah, prioritas pembangunan
daerah, arah kebijakan pembangunan wilayah kabupaten/kota, penyelarasan
program/kegiatan/sub kegiatan, indikator serta target kinerja, dan lain-lain.
Demikian disampaikan Sekretaris Daerah
(Sekda) Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni saat memberikan arahan pada
Pra-Musrenbang dalam rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD)
Kalimantan Timur 2023, di Ballroom Hotel Harris Samarinda, Senin (11/4/2022).
“Salah satu substansi penting yang dibahas
adalah penyelarasan kembali target pencapaian indikator makro di tahun 2023
antara provinsi dengan kabupaten/kota, seperti target laju pertumbuhan ekonomi,
tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran, PDRB perkapita, indeks gini, dan
indeks kualitas lingkungan hidup (lKLH), sebagai ukuran umum keberhasilan
pelaksanaan kinerja suatu pemerintahan,” kata Sri Wahyuni.
Hal ini, ujar dia, sangat penting mengingat
pada prinsipnya target pembangunan yang ditetapkan oleh provinsi merupakan
agregat dari hasil pembangunan kabupaten/kota. Oleh karena itu, sinergi dan kolaborasi
yang baik menjadi modal penting dalam mengakselerasi terwujudnya kemajuan
pembangunan di Kalimantan Timur.
Selain itu, lanjut dia, keberadaan ibu kota
negara (IKN) Nusantara yang telah ditetapkan oleh Undang-Undang, tentunya akan
memberikan dampak positif yang sangat besar bagi pembangunan dan kesejahteraan
rakyat Kaltim jika dapat memanfaatkannya dengan baik.
Dalam jangka pendek atau pada masa konstruksi
maka pembangunan IKN akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui investasi
infrastruktur dan perdagangan antar daerah. Selain itu juga akan mendorong
penciptaan kesempatan kerja yang lebih luas. Sedangkan dalam jangka menengah
dan jangka panjang, keberadaan IKN akan berpengaruh terhadap diversifikasi
ekonomi dan peningkatan sektor non tradisional di Benua Etam.
“Saya harapkan agar seluruh komponen
pembangunan di Kalimantan Timur, terutama sekali pemerintah provinsi dan
kabupaten/kota dapat menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah yang adaptif dan
antisipatif terhadap peluang yang muncul berkenaan dengan pemindahan Ibu kota
Negara,” tandas Sri Wahyuni (mar)